√ Pemahaman tentang Hipotesis: Tanda, Peran, dan Jenisnya

Dalam kegiatan penelitian, hipotesis biasanya disusun setelah mengkaji beberapa teori terkait dengan variabel-variabel yang dikaji. Dari hasil berbagai teori inilah yang kemudian dapat membantu peneliti untuk merumuskan hipotesis penelitian. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hipotesis, terlebih dahulu saya akan membahas pengertian hipotesis, sebab hal ini merupakan pembahasan paling mendasar yang mesti kalian ketahui.

Pengertian Hipotesis
Hipotesis berasal dari penggalan kata bahasa Yunani yakni “hypo” yang artinya di bawah dan “thesis” yang berarti pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Pengertian hipotesis secara umum dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap suatu masalah yang sifatnya praduga, maka perlu diuji untuk menegaskan kebenarannya melalui suatu penelitian. Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis, seorang peneliti dapat dengan sengaja menciptakan suatu gejala, yakni melalui percobaan atau penelitian. Jika sebuah hipotesis telah teruji kebenarannya, maka hipotesis akan disebut teori.

Ada dua jenis hipotesis yang seringkali harus dibuat oleh peneliti, yaitu hipotesis penelitian dan hipotesis statistik:

1. Pengujian hipotesis penelitian merujuk pada menguji apakah hipotesis tersebut benar-benar terjadi pada sample yang diteliti atau tidak. Jika apa yang ada dalam hipotesis benar terjadi, maka hipotesis penelitian terbukti, begitu pun sebaliknya.
2. Sementara itu, pengujian hipotesis statistik berati menguji apakah hipotesis penelitian yang telah terbukti atau tidak terbukti berdasarkan data sampel tersebut dapat diberlakukan pada populasi atau tidak.

Beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai hipotesis diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Zikmund (1997: 112)
Menurut Zikmund, hipotesis adalah suatu dugaan sementara yang belum terbukti menjelaskan fakta atau fenomena serta kemungkinan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Prof. Dr. S. Nasution (2000)
Menurut Prof. Dr. S Nasution, hipotesis adalah dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya.

3. Mundilarso
Menurut Mundilarso, hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah (belum dapat dibuktikan kebenarannya) dan perlu untuk diuji lagi dengan teknik tertentu.

4. Erwan Agus Purwanto dan Diah Ratih Sulistyastuti (2007: 137)
Hipotesis adalah pernyataan atau tuduhan sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.

5. Kerlinger (1973)
Menurut Kerlinger, hipotesis adalah pernyataan dugaan hubungan antara 2 variabel bahkan lebih.

6. Nanang Martono (2010: 57)
Menurut Nanang Martono, hipotesis adalah jawaban sementara yang kebenarannya harus diuji atau rangkuman kesimpulan secara teoritis yang diperoleh melalui tinjauan pustaka.

Ciri-ciri Hipotesis yang Baik
Menurut Moh. Nazir ada 6 kriteria yang harus diperhatikan untuk menghasilkan suatu hipotesis yang baik, yaitu:
1. Harus sederhana.
2. Harus sesuai fakta dan dapat menerangkan fakta.
3. Harus berhubungan dengan ilmu dan juga harus sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan.
4. Harus dapat diuji.
5. Harus menyatakan hubungan.

Fungsi Hipotesis
Menurut Ary Donald dan Prof. Dr. S. Nasution, hipotesis dalam sebuah penelitian mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Ari Donald
– Menjelaskan suatu gejala serta mempermudah perluasan pengetahuan pada suatu bidang tertentu.
– Membantu mengarahkan penelitian.
– Menyatakan sebuah hubungan antara dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam penelitian.
– Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.
2. Prof. Dr. S. Nasution
– Membantu proses pengujian kebenaran suatu teori.
– Memperluas pengetahuan tentang suatu gejala yang sedang diteliti.
– Memberikan gagasan baru untuk mengembangkan suatu teori.

Macam-macam Hipotesis
Terdapat tiga macam hipotesis dalam penelitian antara lain sebagai berikut:

1. Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal.

Contoh Hipotesis Deskriptif:
Seseorang yang sedang meneliti ingin mengetahui apakah Tahu yang dibuat di pabrik Tahu ABC mengandung bahan pengawet atau tidak. Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut: Apakah Tahu di pabrik Tahu ABC Bandung mengandung pengawet? Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah jenis variabel tunggal, yaitu Tahu di pabrik Tahu ABC. Oleh sebab itu, hipotesis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah hipotesis deskriptif. Ada dua pilihan yang bisa dibuat peneliti sesuai dengan dasar teori yang digunakan, yakni: H0: T

Tinggalkan komentar