√ Pilihlah Sesuai Kebutuhan Anda! 5 Jenis Variabel Penelitian yang Perlu Diketahui

Seorang peneliti harus mengetahui jenis variabel yang akan digunakan dalam melakukan penelitian. Kedudukan variabel dalam penelitian sangat penting untuk kerangka penelitian selanjutnya. Kriteria dan syarat variabel yang baik dalam pengembangan harus dipahami untuk identifikasi dan pengembangan variabel penelitian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai variabel penelitian dan jenisnya, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Variabel

Variabel adalah media yang digunakan sebagai objek terfokus, baik dalam bentuk nyata maupun abstrak, yang berubah-ubah, bermacam-macam, dan berbeda-beda. Variabel diibaratkan sebagai objek dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan hubungan sebab akibat.

Sebagai contoh, hubungan antara tegangan dan kecerahan lampu dalam sebuah praktikum menunjukkan hubungan sebab akibat. Tegangan yang dinaikkan akan membuat lampu menyala lebih terang.

Hubungan antara tegangan dan kecerahan lampu merupakan variabel dasar penelitian.

Jenis-jenis Variabel

Setiap jenis variabel memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada kebutuhan. Variabel dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan hubungan, sifat, skala pengukuran, urgensi, dan penampilan waktu ukuran.

1. Hubungan Antar Variabel

Variabel dikelompokan menjadi tiga jenis berdasarkan hubungannya: variabel bebas, terikat, dan kontrol.

Variabel bebas memiliki pengaruh besar terhadap variabel terikat. Misalnya, hubungan antara status perkawinan dan harga diri.

Variabel bebas juga disebut variabel stimulus, pengaruh, atau prediktor. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.

Variabel kontrol dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya oleh peneliti. Misalnya, pengaruh volume pemberian air terhadap hasil produksi buah jambu.

2. Sifat Variabel

Jenis variabel dibedakan menjadi variabel dinamis dan variabel statis berdasarkan sifatnya.

Variabel dinamis karakteristiknya dapat berubah sesuai dengan tujuan peneliti. Contohnya kinerja pegawai.

Variabel statis bersifat tetap dan tidak bisa diubah, seperti agama atau jenis kelamin.

3. Skala Pengukuran

Skala pengukuran juga menjadi dasar penggolongan variabel. Ada empat macam variabel berdasarkan skala pengukuran: nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Variabel nominal dikategorikan secara diskrit, seperti gender atau agama.

Variabel ordinal memiliki variasi perbedaan, urutan, dan tingkatan, misalnya status sosial ekonomi.

Variabel interval memiliki selisih tetap, seperti nilai ujian.

Variabel rasio dapat dibandingkan, misalnya berat badan.

4. Urgensi Faktual

Variabel dibedakan menjadi variabel konseptual dan variabel faktual berdasarkan urgensi faktual.

Variabel konseptual tidak terlihat jelas, seperti motivasi atau bakat.

Variabel faktual terlihat nyata, seperti usia atau pendidikan.

5. Penampilan Waktu Pengukuran

Variabel dibedakan menjadi variabel maksimalis dan tipikalis berdasarkan penampilan waktu pengukuran.

Variabel maksimalis menunjukkan penampilan maksimal, seperti kreativitas atau bakat.

Variabel tipikalis tidak disertai dorongan responden, seperti minat atau sikap.

Tinggalkan komentar