5 Jenis Senjata Tradisional yang Dimiliki oleh Suku Papua

Selain memiliki pakaian adat yang unik, Papua juga terkenal dengan beragam senjata tradisional yang bahan utamanya berasal dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini tidak mengherankan karena Papua dikenal dengan hutan yang luas, sehingga kehidupan mereka masih tertutup dan primitif. Mereka menggunakan rumah dan pakaian sehari-hari yang terbuat dari bahan seadanya, dan hal yang sama juga berlaku untuk senjata tradisional mereka. Namun, sekarang senjata tradisional Papua diakui sebagai kekayaan nasional dan perlu dilestarikan.

Papua adalah provinsi terluas di Indonesia bagian timur dengan luas 808.105 km persegi. Awalnya, Papua berprovinsi di Irian Jaya, namun sejak 2003, terbagi menjadi dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat. Seperti suku adat lainnya, suku Papua dan Papua Barat mencari makan dengan berburu binatang dan menggunakan alat-alat yang ada di alam sebagai senjata tradisional baik untuk berburu maupun mempertahankan diri dari serangan suku lain.

Ada beberapa macam senjata tradisional unik yang dapat ditemukan di Papua. Pertama, Busur dan Panah merupakan senjata tradisional yang paling populer digunakan oleh masyarakat Papua. Senjata ini digunakan untuk berburu babi dan hewan liar lainnya, serta dalam konflik antar kelompok. Busur terbuat dari kayu rumi dengan tali rotan, sedangkan anak panahnya terbuat dari kayu dengan mata panah yang terbuat dari tulang kangguru yang diruncingkan. Mata panah ini biasanya dibubuhi cairan beracun dari getah tumbuhan hutan untuk menambah efek luka.

Kemudian, terdapat Kapak Batu yang terbuat dari bebatuan tajam. Senjata ini digunakan oleh masyarakat pedalaman Papua dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Batu diikat pada tongkat kayu menggunakan tali rotan sebagai pegangan. Namun, saat ini, Kapak Batu Papua sudah jarang ditemukan dan termasuk langka.

Selanjutnya, ada Tombak yang digunakan untuk menyerang dari jarak jauh. Tombak Papua terbuat dari kayu, batu tajam, dan tulang sebagai mata. Ada dua jenis tombak, yaitu dengan satu mata dan dua mata. Tombak ini memiliki jarak lempar sekitar 50 meter dan banyak orang Papua yang menjadi atlet lempar lembing profesional.

Selain itu, terdapat Badik yang merupakan senjata tradisional dari orang Bugis di Makassar, yang kemudian menjadi senjata tradisional Papua setelah mereka mulai berinteraksi dengan dunia luar. Badik memiliki bentuk pendek seperti pisau dan memiliki kegunaan atau keampuhan yang dikenal dari gaya atau stroke pada Badik.

Terakhir, ada Pisau Belati Papua yang terbuat dari tulang kaki burung Kasuari. Pisau ini memiliki ujung yang runcing dan gagang yang dihiasi dengan bulu Kasuari. Pisau Belati merupakan senjata pelengkap dari panah dan busur yang merupakan senjata utama suku-suku tradisional di Papua.

Semua senjata tradisional ini memiliki keunikan dan makna tertentu bagi suku Papua. Mereka menggunakan senjata tradisional ini untuk berburu, bertarung, dan mengambil hasil hutan. Dalam perkembangan zaman, senjata tradisional Papua menjadi bagian dari kebudayaan yang perlu dilestarikan.

Tinggalkan komentar