7 Jenis Puisi Klasik dan Contohnya yang Lengkap

Puisi memiliki berbagai macam jenis. Sebelumnya kami telah membahas jenis puisi baru, namun sekarang kami akan membahas jenis puisi lama.

Sebelum itu, apakah kamu sudah tahu apa itu puisi lama? Jika belum, mari simak penjelasannya di artikel di bawah ini.

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama atau juga dikenal sebagai puisi konvensional adalah jenis puisi yang masih terikat dengan aturan-aturan tertentu. Aturan dalam puisi lama terkait dengan:

  • Jumlah kata dalam satu baris.
  • Jumlah baris dalam satu bait, bisa 2, 4, atau lebih.
  • Banyaknya suku kata.
  • Rima dan irama.

Jenis Puisi Lama

Hingga saat ini terdapat beberapa jenis puisi lama yang populer di kalangan masyarakat, di antaranya:

1. Syair

Syair merupakan karya sastra yang berasal dari budaya Arab. Ciri khas syair adalah terdiri dari 4 baris dengan sajak a-a-a-a, dan syair hanya memiliki isi tanpa sampiran. Syair biasanya berisi sebuah cerita dengan nasihat di dalamnya.

Contoh:

Syair Pendidikan

Ayo ke sekolah tak perlu malas
Belajar yang rajin di masing-masing kelas
Jaga sikap jangan jadi orang culas
Jangan biarkan hati berubah keras

Ke sekolah luruskan niatmu
Tekadkan hati mencari ilmu
Tak ada rugi belajar tiap waktu
Supaya baik masa depanmu

Jika kamu memiliki mimpi
Datanglah untuk belajar di sini
Bisa jadi bekal untuk diri
Pasti akan berguna di masa nanti

Ilmu akan membuatmu terjaga
Dari suramnya waktu serta masa
Cemerlang nantinya akan senantiasa
Menyinarimu saat masa dewasa

Dunia sekarang begitu maju
Jadikan ilmu sebagai pegangan
Sebagai benteng agar tidak tertipu
Sehingga hidup penuh kebahagiaan

Tuntut ilmu tanpa rasa jemu
Tak perlu khawatir kan rugi waktu
Pelajaran akan bermanfaat buatmu
Tuntun hidup jadi bahagia selalu

2. Seloka

Seloka atau pantun berkait merupakan jenis puisi yang berasal dari kebudayaan Melayu.

Seloka terdiri dari lebih dari satu bait, dan setiap bait memiliki keterkaitan satu sama lain. Seloka biasanya berisi ejekan, sindiran, atau senda gurau yang dinyatakan sebagai perumpamaan.

Contoh:

Jalan-jalan ke kota batik
Naik motor milik si Aan
Jikalau engkau berkendara dengan baik
Supaya selamat sampai tujuan

Naik motor milik si Aan
Siang-siang kena panas
Supaya selamat sampai tujuan
Taatilah lalu lintas

Siang-siang kena panas
Pakai payung tutup kepala
Taatilah lalu lintas
Agar berkah bagi semua

3. Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama yang populer di kalangan masyarakat. Asal kata “pantun” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti penuntun.

Pantun masih sering digunakan dalam upacara adat dan komunikasi, seperti dalam pernikahan adat Betawi.

Pantun memiliki beberapa ciri, antara lain:

  • Menggunakan sajak a-b-a-b.
  • Setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.
  • Setiap bait terdiri dari 4 baris.
  • Baris pertama dan kedua berisi sampiran.
  • Baris ketiga dan keempat berisi isi dari puisi.

Berdasarkan isinya, pantun terbagi menjadi pantun anak, pantun muda/i, pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.

Contoh:

Pantun Nasihat

Pohon tinggi jatuh membayang
Jalan setapak dari Ketapang
Siapa yang rajin sembahyang
Sejuk di hat

Tinggalkan komentar